Gempa Bumi

MAKALAH GEMPA BUMI

NAMA KELOMPOK :

• AYU AMELIA
• PUTRI A
• SITI MUNAYAH
• SRI HERAWATI

MTs NEGERI SETU
2010-2011

Gempa Bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, oleh patahan aktif aktivitas gunung berapi atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung berapi dan runtuhan batuan relatif kecil frekuensi kejadiannya dibandingkan dengan gempa bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.

Lempeng Samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan.
Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.

Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu Lempeng
Australia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai Selatan kepulauan Nusatenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan 3 lempeng itu sering terjadi gempa bumi.
Intensitas gempabumi adalah tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadinya. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkannya, pengaruhnya pada benda-benda, bangunan, dan tanah, dan akibatnya pada orang-orang. Skala ini disebut MMI (Modified Mercalli Intensity) diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Magnituda adalah parameter gempa yang diukur berdasarkan yang terjadi pada daerah tertentu, akibat goncangan gempa pada sumbernya. Satuan yang digunakan adalah Skala Richter. Skala ini diperkenalkan oleh Charles F. Richter tahun 1934. Sebagai contoh, gempabumi dengan kekuatan 8 Skala Richter setara kekuatan bahan peledak TNT seberat 1 gigaton atau 1 milyar ton.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari beberaap kasus bencana alam gempa bumi di Indonesia, dulu dan di masa yang akan datang. Sebab, berdasarkan penjelasan di atas, gempa bumi termasuk satu-satunya jenis bencana alam yang potensi dan intensitas kejadiannya sangat tinggi dan sangat sering terjadi. Berikut ini 54 gempa bumi yang pernah terjadi dengan skala richter atau Magnitude yang besar di atas 5 SR
1. 1917 01 20 – Bali, Indonesia
2. 1938 02 01 – Banda Sea, Indonesia – M 8.5
3. 1965 01 24 – Sanana, Indonesia (Ceram Sea) – M 7.6
4. 1976 06 25 – Papua, Indonesia – M 7.1 Fatalities 5,000
5. 1992 12 12 – Flores Region, Indonesia – M 7.8
6. 2000 06 04 – Southern Sumatera, Indonesia – M 7.9
7. 2002 10 10 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.6 Fatalities 8
8. 2002 11 02 – Northern Sumatera, Indonesia – M 7.4
9. 2003 05 26 – Halmahera, Indonesia – M 7.0 Fatalities 1
10. 2004 01 28 – Seram, Indonesia – M 6.7
11. 2004 02 05 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.0 Fatalities 37
12. 2004 02 07 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.3
13. 2004 07 25 – Southern Sumatra, Indonesia – M 7.3
14. 2004 11 11 – Kepulauan Alor, Indonesia – M 7.5
15. 2004 11 26 – Papua, Indonesia – M 7.1 Fatalities 32
16. 2004 12 26 – Sumatra-Andaman Islands – M 9.1
17. 2005 01 01 – Off the West Coast of Northern Sumatra – M 6.7
18. 2005 02 19 – Sulawesi, Indonesia – M 6.5
19. 2005 02 26 – Simeulue, Indonesia – M 6.8
20. 2005 03 02 – Banda Sea – M 7.1
21. 2005 03 28 – Northern Sumatra, Indonesia – M 8.6
22. 2005 04 10 – Kepulauan Mentawai Region, Indonesia – M 6.7
23. 2005 05 14 – Nias Region, Indonesia – M 6.7
24. 2005 05 19 – Nias Region, Indonesia – M 6.9
25. 2005 07 05 – Nias Region, Indonesia – M 6.7
26. 2005 11 19 – Simeulue, Indonesia – M 6.5
27. 2006 01 27 – Banda Sea – M 7.6
28. 2006 03 14 – Seram, Indonesia – M 6.7
29. 2006 05 16 – Nias Region, Indonesia – M 6.8
30. 2006 05 26 – Java, Indonesia – M 6.3 Fatalities 5,749
31. 2006 07 17 – South of Java, Indonesia – M 7.7
32. 2007 01 21 – Molucca Sea – M 7.5
33. 2007 03 06 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.4
34. 2007 07 26 – Molucca Sea – M 6.9
35. 2007 08 08 – Java, Indonesia – M 7.5
36. 2007 09 12 – Southern Sumatra, Indonesia – M 8.5
37. 2007 09 12 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 7.9
38. 2007 09 20 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.7
39. 2007 10 24 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.8
40. 2007 11 25 – Sumbawa Region, Indonesia – M 6.5
41. 2008 02 20 – Simeulue, Indonesia – M 7.4 Fatalities 3
42. 2008 02 25 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 7.2
43. 2008 11 16 – Minahasa, Sulawesi, Indonesia – M 7.4
44. 2009 01 03 – Near the North Coast of Papua, Indonesia – M 7.7
45. 2009 01 03 – Near the North Coast of Papua, Indonesia – M 7.4
46. 2009 02 11 – Kepulauan Talaud, Indonesia – M 7.2
47. 2009 08 16 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 6.7
48. 2009 08 28 – Banda Sea – M 6.9
49. 2009 09 02 – Java, Indonesia – M 7.0 Fatalities 81
50. 2009 09 30 – Southern Sumatra, Indonesia – M 7.5
51. 2009 10 01 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.6
52. 2009 10 24 – Banda Sea – M 6.9
53. 2009 11 08 – Sumbawa region, Indonesia – M 6.6
54. 2010 05 09 – Northern Sumatra, Indonesia – M 7.2

Penyebab lain Terjadinya Gempa Bumi
Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi
Aktivitas sesar di permukaan bumi
Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah
-Aktivitas gunung api
-Ledakan nuklir

Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupuntanggul penahan lainnya.

Gejala dan Peringatan Dini Kejadian

-Mendadak/secara tiba-tiba Belum ada metode pendugaan secara akurat
-Tips Penanganan Jika Terjadi Gempa Bumi

Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.

Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda- tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
Beri pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.

Dengarkan informasi
Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi
Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa. Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan. Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi. Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada. Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi. Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara-cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi. Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi. Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi
1. Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa.
2. Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
3. Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
4. Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
5. Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.
6. Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
7. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara – cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
8. Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.
9. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
10. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
11. Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
12. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
13. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: